Tampilkan postingan dengan label Goresan Pena. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Goresan Pena. Tampilkan semua postingan
Kamis, 02 November 2017 0 komentar

Teruntuk Bidadariku yg Masih Bersembunyi di Balik Kerudung Ilahi (Part II)

Pertemuan memang singkat...
Perpisahan takkan terelakan...
Bak siang dan malam yang memiliki zonanya masing-masing...
Seperti air sungai yang mengalir ke muara sebelum bertemu lautan...
Semuanya memiliki proses dan jalannya masing-masing...
Tak berbeda dengan perasaan manusia...
Terkadang butuh waktu lebih lama tuk menyadari...
Hati t'lah terpaut pada Hati ...
Seandainya aku bertanya...
Bila aku berusaha lebih keras?
Bila aku mengejarmu lebih gigih?
Bila aku memberimu sepucuk bunga mawar tiap hari?
Bila kurangkaikan kata-kata indah disetiap pagi kau buka matamu?
Bila kujanjikan istana walau tak semegah Taj Mahal?
Dan seandainya kau hanya menjawab dengan senyuman...
Sambil berkata...
"Bila Alloh mengijinkan"
Aku hanya akan berdoa...
Semoga Alloh memberikan jalan disetiap Do'a yang kupanjatkan...
Semoga Alloh memberikan kemudahan disetiap usaha yang kulakukan...
Semoga Alloh menunjukan jalan menuju hatimu...
Karena kamu yang kuharap jadi pelengkap tulang rusuku...
Karena kamu yang kuingin jadi bidadari dunia akhiratku...
Karena kamu yang kuharap jadi pengingat ketika aku salah...
Karena kamu yang kuharap jadi bidadariku...

                                                                 NJF

0 komentar

KAMELANG

Ngan ukur sieun jeung hariwang, nu jadi saksi pabaliutna eusi hate...
Lain teu melang lain teu hariwang...
Ngan kanyataan saukur do'a jadi hareupan...
Duh Gusti nu Maha Suci...
Manusa ngan boga rencana...
Manusa ngan bisa usaha...
Nun Gusti nu ngajadikeun sagala...
Nun Gusti pitulung sadaya perkara...
Hirup saukur darma wawayangan...
Paanggang lain kahayang...
Papisah lain teu nyaah...
Ngan kanyataan saukur do'a jadi hareupan...
Anging Gusti nu ngersakeun...
Anging Gusti nu nangtoskeun...
Anging Gusti nu uninga...
Naon nu atos, nuju jeung bakal kalakonan...
Kadeudeuh, Katresna, Kamelang ngagulung jadi hiji...
Sanajan ngan dina tulisan eweuh buktina...
Lamun hirup hade disawang...
Moal pegat dipikiran...
Moal luntur kahujanan...
Moal sieun dilakonan...
Moal seunggah dihareupan...
Tapi hirup kudu saluyu jeung kanyataan...
Rek bereum, rek hideung, rek bodas, rek hejo...
Kudu ditarima jeung diniatan...
Lir ibarat hujan panas poe ereng-erengan...
Langit poek tapi halodo...

                                                               NJF

Selasa, 09 Juni 2015 1 komentar

KAMI BERMIMPI

GOES TO PRO

Mungkin mimpi kami terlalu naif untuk sebuah keluarga kecil yang baru belajar berjalan, keluarga yang kami beri nama "Prestasi Belajar". Usia kami kurang lebih tujuh taun lahir kedunia ini, usia yang masih sangat muda. Bahkan di dunia pendidikan,usia tersebut baru layak masuk ke jenjang Sekolah Dasar. Bisa dibilang usia dimana seorang anak mulai masuk dan mempelajari dunia sebenarnya. Kehidupan bersosialisasi yang baru diluar penjagaan kedua orang tua, kehidupan dimana hal-hal baru akan ditemui. Susah, senang, tantangan dan cobaan yang dihadapi terasa lebih nyata karena tidak lagi disokong orang tua. Begitu pula keluarga kecil kami Prestasi Belajar, diusia yang menginjak ke-7 ini akan mencoba untuk berjalan lebih cepat menuju ke arah yang lebih professional dalam segala hal. Tidak hanya sebagai Lembaga Bimbingan Belajar yang ikut-ikutan meramaikan dunia pendidikan, tidak sekedar menjadi pemandu sorak dunia pendidikan. Tapi kami ingin lebih berperan aktif membantu dan mengembangkan sumber daya manusia yang telah tersedia pada anak-anak usia Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Atas. Khususnya di daerah kami tercinta Ciamis, umumnya di seluruh dunia yang membaca dan membuka blog sederhana kami ini. 
Mungkin mimpi kami ini ketinggian untuk ukuran anak kecil yang baru belajar berjalan. Terdengar terlalu "wah" ketika kami hanya baru bisa menyumbangkan sedikit partisipasi di dunia pendidikan. Tapi kami berharap dan berusaha agar mimpi kami suatu hari nanti bisa tercapai, Goes To Pro mimpi yang naif, terdengar wah tapi tetap realistis.  

"Brighter Future Be Better Together"
"Lembaga Bimbingan Belajar Les Private Prestasi Belajar"
Jumat, 12 Desember 2014 0 komentar

I Believe in God's Plan

Dia memang bukan orang yang romantis, dia memang tidak pernah membuatku merasa menjadi seorang yang spesial, tapi entah kenapa aku suka apa pun yang ia lakukan. Walaupun kami jarang berkomunikasi itu tidak masalah, karena aku tau dia bekerja. Sehingga setiap hari aku hanya bisa menunggu dia memberi kabar, menunggu sepanjang hari hanya untuk mendengar kabar apakah dia sudah sampai di rumah, makan atau beristirahat. Aku tidak harus dikirimi pesan-pesan yang romantis, aku tidak harus mendengarkan pujian-pujian yang membuatku terbang tinggi, hanya cukup mendengar kabarnya dan dia menanyakan tentang aku pun sudah cukup bagiku. Mungkin dia tidak menyadari kalau hal sekecil itu adalah hal yang paling berharga dalam hari-hariku yang sepi. Aku selalu ingin memastikan apakah dia baik setiap waktu, menyemangatinya, dan mendoakan yang terbaik untuknya.
Aku mengira hubungan kami selama hampir 2 tahun ini berjalan tanpa rintangan yang berat. Sampai suatu hari, dia sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Pada saat dia masih di ruang ICU, seorang wanita cantik dan berpenampilan sederhana namun sangat anggun datang menjenguk dia dengan membawa sebuah parcel buah. Dia memperkenalkan diri kepada keluarganya, dan aku tau bahwa dia adalah Lili teman saat dia di SMA. Lili memang anggun dan cantik walaupun berpenampilan sederhana, dan tutur katanya yang sangat lembut membuat semua orang senang berbicara dengannya. Lili bercerita bahwa dia tidak kenal dekat dengannya sewaktu SMA, tapi semenjak 3 bulan yang lalu Lili dipertemukan dengan dia karena Lili melamar pekerjaan ditempat yang sama dengannya.
Melihat cara memandangnya pada Lili dan memberi senyum padanya, ah aku tidak pernah melihat senyumnya yang tulus seperti senyum yang ia berikan pada Lili. Aku tersadar, mengingat 2 sampai tiga bulan kebelakang sikapnya yang berubah. Dia semakin jarang memberikan kabar padaku, jika aku yang mengiriminya pesan terlebih dulu baru dia balas memberi kabar. Padahal setiap detik aku memandangi hp ku berharap ada pesan darinya. Dia juga jarang datang kerumahku, bahkan hanya sekedar mengobrol santai pun dia seperti tidak punya waktu. Dan jika dia bersamaku pun dia sering melamun memandangi hp nya seperti sedang menunggu panggilan atau pesan dari seseorang. Kalau aku tanya, dia selalu bilang, sedang menunggu rekan kerjanya menghubunginya. Aku menghapus pikiran-pikiran burukku dan mencoba mempercayainya.
Ketika hari kedua dia dirumah sakit, tiba-tiba Lili datang menjenguknya dan meminta aku yang sedang memegang semangkuk bubur memberikan mangkuk itu padanya. Kemudian Lili mengajaknya bercerita sambil menyuapinya, dan semangkuk bubur itupun habis dimakannya. Aku tidak pernah melihat tatapan yang penuh kasih sayang yang terpancar dari matanya, seperti tatapan yang ia berikan pada Lili. Hatiku terasa sakit lebih sakit dari ketika dia tidak mengangkat telponku atau tidak membalas pesanku. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia melupakan janjinya untuk bertemu. Lebih sakit dari rasa sakit saat dia lebih senang berchatting di pesbuk daripada membalas pesanku. Aku tidak ingin bertanya apakah dia mencintai perempuan yang sangat anggun dan baik hati itu? Karena tanpa bertanya pun aku sudah tau apa yang dia rasakan.
Hingga suatu malam, cuaca di tempatku mendung dan aku tidak menyangka hatiku juga akan ikut mendung. Malam itu dia pulang terburu-buru karena takut hujan akan segera tiba. Ketika dia telah pulang, aku melihat handphone nya tertinggal di rumahku. Dengan rasa penasaran yang begitu dalam, aku buka facebook nya karena memang dia menyimpan password facebook di hpnya. Aku termenung memandangnya, mataku berkaca-kaca karena selama dua tiga bulan terakhir ini dia sering sekali mengirim pesan yang sangat romantis pada Lili. Walaupun Lili tidak membalas pesan-pesannya, tapi hatiku teramat sangat sakit. Air mataku tidak terbendung lagi ketika dia mengatakan
“Kehadiranmu bagai beribu bintang yang bersinar menyinari hatiku yang telah lama gelap, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada pacarku sendiri. Aku bersama dia karena keadaan yang mengharuskan ku mencintainya, karena orang tuaku terlanjur menyetujui hubungan kami. Kini aku tidak tahu apakah aku sungguh mencintainya sekarang. Tidak ada perasaan bergetar ketika memandangnya seperti aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya.”
Malam yang dingin dan gelap seakan menusuk dan mengiris-iris hatiku, sakitnya hati ini menahan air mataku. Bibirku rasanya kelu, lidahku tak bisa berkata apa-apa. Aku sakit. Betapa kecewanya aku, seseorang yang aku cintai ternyata tidak benar-benar mencintaiku. Senyumnya, candanya, tingkah lakunya semuanya palsu, hanya kebohongan belaka. Dia mencintaiku hanya karena rasa iba dan takut aku akan kecewa. Aku hancur saat itu, hanya air mata yang bisa aku luapkan, air mata yang terus meluapkan kekecewaan.
Aku hanya bisa ikhlas menerima semua ini, aku tidak mau egois, aku hanya bisa pasrah dan berdoa agar ini semua hanyalah mimpi buruk yang akan berakhir. Cintaku tidak berakhir seperti apa yang aku impikan. Akhirnya aku membiarkan dia pergi, aku mengizinkan dia pergi dan meminta dia jangan khawatir dia meninggalkanku. Karena jika dia hanya mempertahankan hubungan hanya karena takut aku akan kecewa lebih menyakitkan daripada ia meninggalkanku. Dia meminta maaf padaku atas semua yang telah dia lakukan. Aku hanya bisa ikhlas menerima takdir dari Allah bahwa seseorang yang ku harapkan bukanlah jodoh ku.
Tak lama setelah itu, ku dengar dia akan melamar Lili dan berniat menikahinya. Tapi aku juga dengar Lili telah dilamar oleh orang yang telah di jodoh kan oleh orang tuanya. Ya, Lili ternyata tidak memberitahu siapapun kalau dia telah dijodohkan dengan seorang pria baik yang orang tuanya harapkan. Kini aku telah melupakannya, lupa semua tentang kenangan indah bersamanya. Rasa sakit yang aku derita lah yang telah menghapusnya. Aku hanya bisa bersyukur karena Allah telah menunjukan semuanya sebelum terlambat.Yang aku ingat hanyalah kenangan buruk itu. Dan aku jadikan kenangan buruk itu sebagai sejarah hidupku yang telah kubayar mahal dengan kekecewaam. Aku hanya bisa yakin dan berharap bahwa Allah akan memberikan rencana yang lebih indah untuk hidupku. I BELIEVE EVERYTHING HAPPENS UNDER GOD’S PLAN
                                                                               
                                                                                                                       *YSR


Kamis, 11 Desember 2014 0 komentar

Something Over My Head

Bagi yang sedang mencari genre romantis, walau mungkin tak terlalu romantis hehe monggo disimak ^_^ , kalo ada salah2 tata bahasa mohon dimaafkan :-)


will let you know ...
all in my head ...
each tone is growing long and loud ...
shouted in a loud voice in my heart ...
makes my mouth voiceless ...
there is no single word through out of my lips ...
will let you know...
You're sunshine ...
come to light the day I pass through ...
You're moon ...
throw light on my dark in the night...
You're twinkle star ...
come as a friend to spend a quiet evening ...
will let you know ..
although only a word ...
and a word just a word never mean more a word...
believe it or not ...
These words come from my heart ...



"NJF"
0 komentar

Goresan Pena

Kolom Goresan Pena ini sebagai sarana para admin untuk mengkreasikan ide-idenya dalam bentuk karya-karya sastra. Para pembaca bisa menemukan berbagai jenis karya-karya sastra salah satunya, puisi baik berbahasa inggris ataupun berbahasa indonesia dengan berbagai genre dari mulai romantis tapi tetep etis hehe sampai dengan genre bertema motivasi yang bisa dijadikan bahan referensi atau sekedar contoh untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah.
Tidak menutup kemungkinan kita bisa menemukan short story atau cerita-cerita pendek di kolom ini, So sering-sering lah mampir untuk sekedar melepas lelah dengan membaca-baca di kolom ini ^_^ dan temukan cerita-cerita baru atau puisi-puisi yang tentunya menarik. jangan lupa teh manis hangat dan cemilannya :-)
Ditunggu salam hangat dari para pembaca di kolom komentarnya,, ingat,,ingat No Offence, No Rasis, No SARA, tim sapu jagat para admin selalu berkeliaran hehe. Silahkan menuju ke TKP di Label "Goresan Pena" Terima Kasih

"Selamat Menikmati"
Selasa, 09 Desember 2014 0 komentar

4 W,1 H + Conjungtions

What...
I suppose to do in this life...
Where... 
I should take my foot to fill this life...
When...
Anyone realize that I 'm exist in their life...
Why...
I always find the question " why" in every way that I take...
How...
I can face that world and answer that question with this soul? 
Not only...
I don't know what the answer is... 
But also...
I don't know where the answer take place...
Besides...
I don't know who will show the way to that place... 
Moreover... 
I don't know when the question will be answered...
Wish... 
I can answer that question as fast as I belief...
So...
I can get the right way in answer that question...
Than...
I can get the best answer about my life...
And...
I will reach the paradise wherever that question go...

Created by "NJF"

Page View

Diberdayakan oleh Blogger.
 
;